Sandang Gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, Wali Kota Alfin Tegaskan Adat Jadi Pilar Pembangunan

Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:50:31 WIB

SUNGAIPENUH,Suarabernas.com – Pelestarian adat dan budaya kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui penyelenggaraan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab", tradisi sakral tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat oleh Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh kepada sejumlah kepala daerah dan pimpinan pemerintahan. Pemberian gelar merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjaga nilai-nilai adat serta mendorong pembangunan yang tetap berlandaskan kearifan lokal.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. dianugerahi gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sementara Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Gubernur Jambi Al Haris memperoleh gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sedangkan Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.

Prosesi adat berlangsung khidmat sesuai tata cara yang diwariskan secara turun-temurun. Gelar yang disematkan bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga amanah moral untuk terus menjaga kelestarian adat, memperkuat persatuan masyarakat, serta mengawal pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai budaya.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan para pemangku adat. Menurutnya, gelar kehormatan tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus menghidupkan adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

"Gelar adat ini bukan sekadar penghormatan bagi pribadi saya, tetapi amanah untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus bersinergi dengan lembaga adat dalam membangun daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," ujar Alfin.

Ia menegaskan, kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Menurutnya, adat merupakan identitas masyarakat Sungai Penuh sekaligus fondasi dalam membangun karakter generasi yang berakar pada nilai-nilai luhur.

Selain prosesi penganugerahan gelar, Kenduri Sko 6 Luhah juga menyuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya tradisional yang mencerminkan kekayaan warisan leluhur masyarakat Sungai Penuh. Ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Ketua dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Melalui Kenduri Sko 6 Luhah, Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya untuk terus menempatkan adat dan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri Kota Sungai Penuh sebagai daerah yang maju, berbudaya, dan berakar pada nilai-nilai adat.

Terkini