KERINCI,Suarabernas.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 36/III Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Salmi Puspita, sekolah ini tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesopanan, kedisiplinan, serta sikap saling menghargai sejak dini.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah budaya "Semangat Pagi", di mana setiap guru yang bertugas piket menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah dengan senyum, salam, dan sapaan hangat. Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik.
Kepala SDN 36/III Belui, Salmi Puspita, mengatakan bahwa penyambutan setiap pagi merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan energi positif kepada seluruh siswa sebelum memulai kegiatan belajar.
"Setiap guru yang piket selalu menyambut siswa dan siswi dengan hangat. Hal ini kami lakukan agar mereka merasa termotivasi dan semakin semangat mengikuti proses belajar di sekolah," ujarnya.
Tidak hanya itu, pembentukan karakter religius juga menjadi perhatian sekolah. Setiap hari Jumat, para siswa dibimbing untuk mempelajari tata cara salat yang benar serta menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai bekal pembinaan akhlak dan keimanan.
"Kami seluruh guru di SDN 36/III Belui memohon dukungan dan masukan dari semua pihak agar sekolah yang kita cintai ini terus berkembang serta mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang berakhlak baik, beretika, dan memiliki tata krama dalam kehidupan sehari-hari," tambah Salmi.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari para orang tua murid. Salah seorang wali murid mengaku merasa senang melihat anak-anak disambut langsung oleh para guru saat tiba di sekolah.
"Kami sebagai orang tua merasa bangga dan senang. Anak-anak terlihat lebih percaya diri, merasa dihargai, dan nyaman saat memasuki lingkungan sekolah. Sambutan hangat dari guru membuat mereka semakin bersemangat untuk belajar," ungkapnya.
Para wali murid berharap budaya positif yang diterapkan SDN 36/III Belui dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Menurut mereka, hubungan yang harmonis antara guru dan siswa menjadi salah satu kunci terciptanya proses belajar mengajar yang efektif serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Melalui berbagai program pembiasaan tersebut, SDN 36/III Belui membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan yang akan menjadi bekal penting bagi peserta didik di masa depan.