Hujan dan Angin Kencang Tumbangkan Bambu di Sungai Tutung, Warga Minta Pemkab Kerinci Turunkan Alat Berat

Rabu, 23 September 2026 | 23:52:09 WIB

KERINCI,Suarabernas.com – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan rumpun pohon bambu tumbang dan menutup sebagian aliran sungai serta akses jalan menuju permukiman warga di Desa Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci.

Hingga Rabu (23/9/2026), warga setempat masih bergotong royong membersihkan batang dan ranting bambu yang tumbang. Pembersihan dilakukan secara manual karena material bambu yang menutup sungai dan badan jalan cukup tebal dan panjang.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu akses warga, tetapi juga dikhawatirkan dapat menghambat aliran air sungai apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Salah seorang warga pak Boy, mengatakan, setelah kejadian tersebut, Kepala Desa Sungai Tutung bersama Camat Air Hangat Timur telah turun langsung melihat kondisi di lokasi. Informasi mengenai kejadian itu juga disebut telah diketahui pihak terkait di tingkat kabupaten.

Namun, hingga saat ini, proses pembersihan masih mengandalkan tenaga warga secara gotong royong.

“Setelah pohon bambu roboh dan menutupi aliran sungai serta jalan warga, kepala desa dan camat sudah datang melihat langsung kondisi di lokasi. Bahkan pihak dinas terkait maupun Bupati Kerinci juga sudah mengetahui. Sampai sekarang kami masih menunggu tindakan dari pemerintah,” ujar Pak Boy warga sungai Tutung.

Menurutnya, pembersihan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Pasalnya, rumpun bambu yang tumbang memiliki panjang sekitar 20 meter dan menutupi bagian aliran sungai serta badan jalan menuju perumahan warga.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci dapat segera menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Kerinci menurunkan alat berat ke lokasi. Kondisi sekarang sudah memasuki musim hujan. Kami khawatir jika hujan kembali turun, air sungai naik karena alirannya terganggu dan bisa mengenangi rumah warga maupun areal peternakan di sepanjang jalan ini,” katanya.

Di tengah proses pembersihan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Air Hangat Timur juga ikut membantu warga melakukan gotong royong di lokasi.

Kehadiran aparat kepolisian turut membantu mengatur kondisi di sekitar lokasi agar material bambu yang sedang dibersihkan tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat.

“Kami dari Polsek Air Hangat Timur terus membantu agar sampah dan batang bambu yang sedang dibersihkan tidak mengganggu perjalanan warga, baik yang menuju Sungai Tutung maupun ke arah Koto Lanang. Semoga ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Kerinci,” ujar personel Bhabinkamtibmas.

Warga berharap penanganan tidak berhenti pada gotong royong sementara. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah teknis, terutama dengan menggunakan alat berat, mengingat material bambu cukup banyak dan berada di jalur aliran sungai serta akses masyarakat.

Warga juga berharap kondisi tersebut dapat segera ditangani sebelum hujan deras kembali terjadi, sehingga tidak menimbulkan gangguan lebih besar terhadap aliran sungai, akses jalan, rumah warga, maupun areal peternakan di sekitar lokasi.

Terkini