Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya: Festival Budaya Kerinci Digelar 22 Oktober

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:58:14 WIB

KERINCI,Suarabernas.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menggelar Festival Budaya Kerinci 2026 sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan adat, seni, tradisi, sejarah, kuliner, dan kearifan lokal daerah.

Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, Festival Budaya Kerinci 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 22–25 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Dermaga Danau Kerinci dan Balai Adat Tigo Luhah Semurup.

Beragam agenda budaya telah disiapkan untuk memeriahkan festival. Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat adat, tradisi, kuliner, permainan tradisional, serta berbagai warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Kerinci.

Bupati Kerinci Monadi mengatakan, budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, kekayaan adat dan budaya Kerinci memiliki nilai sejarah serta kearifan lokal yang perlu terus diperkenalkan, khususnya kepada generasi muda.

“Festival Budaya Kerinci menjadi momentum bagi kita untuk mengenalkan kekayaan adat dan budaya Kerinci kepada masyarakat luas. Kita ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut menjaga budaya yang menjadi identitas daerah,” ujar Monadi.

Ia juga berharap festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, seni, dan kebudayaan.

Dengan demikian, festival diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, komunitas, wisatawan, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Kerinci.

Angkat Ragam Tradisi Kerinci

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, S.Pd., M.Si., mengatakan Festival Budaya Kerinci 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup, pameran budaya dan benda budaya, Balei Adat, Kerinci Dimunai, Atraksi Seni dan Budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, Kerinci Barakitah, Pacu Biduk, hingga Rentak Busumo Kudo Kelabu.

“Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, kita ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati kekayaan budaya Kerinci. Selain itu, festival ini juga menjadi bagian dari promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” kata Jamal.

Menurut Jamal, keberadaan festival juga menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dengan pelaku seni, pelaku budaya, UMKM, serta komunitas yang selama ini ikut menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.

Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan Festival Budaya Kerinci 2026. Semakin luas partisipasi masyarakat, semakin besar pula ruang bagi budaya lokal untuk terus hidup dan berkembang.

Dari Kenduri Sko hingga Pacu Biduk

Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan beragam kegiatan yang memadukan unsur adat, seni, tradisi, kuliner, permainan, dan pariwisata.

Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup menjadi salah satu agenda yang menampilkan kekuatan tradisi dan adat masyarakat Kerinci. Sementara itu, pameran budaya dan benda budaya memberikan ruang bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat berbagai peninggalan dan kekayaan budaya daerah.

Rangkaian lainnya seperti Balei Adat, Kerinci Dimunai, Atraksi Seni dan Budaya, serta Kuliner Dahin turut memperkaya suasana festival.

Tidak kalah menarik, kegiatan Mewarnai Budaya, Kerinci Barakitah, Pacu Biduk, dan Rentak Busumo Kudo Kelabu akan menghadirkan warna tersendiri dalam perayaan budaya tersebut.

Rangkaian kegiatan itu sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan kekayaan Kerinci tidak hanya kepada masyarakat lokal, tetapi juga kepada wisatawan dari luar daerah.

Tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya” menjadi gambaran bahwa kekayaan Kerinci tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada keberagaman adat, bahasa, kesenian, kuliner, tradisi, serta peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Melalui Festival Budaya Kerinci 2026, Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong budaya lokal menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman. Dengan mengenal dan memahami budaya sejak dini, generasi berikutnya diharapkan mampu meneruskan nilai-nilai lokal sekaligus memperkenalkannya dalam bentuk yang relevan dengan perkembangan zaman.

Festival Budaya Kerinci 2026 akan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Dermaga Danau Kerinci dan Balai Adat Tigo Luhah Semurup.

Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya.

Dari Kerinci untuk Indonesia. Lestarikan budayanya, kuatkan identitasnya, dan majukan pariwisatanya.

Terkini