Kerinci – Sejumlah petani penerima pupuk bersubsidi mengaku kecewa atas kondisi pupuk subsidi yang disebut-sebut menumpuk di kios pengecer UD. Arabika Tani Desa Sungai Tanduk Kec. Kayu Aro.
Kios UD. Arabika Tani yang ditunjuk sebagai Titik bagi atau titik serah (PPTS / Penerima Pupuk pada Titik Serah), mewadahi kelompok tani yang bersal dari Tujuh Desa di Kec. Kayu Aro.
Sangat disayangkan beberapa orang yang tidak mau disebutkan identiasnya, namun merupakan petani penerima manfaat kepada media SB.com, sangat mengeluhkan atas penyaluran pupuk bersubsidi di Kios Arabika Tani. Kami terakhir menerima pupuk bulan Agustus, sanpai saat ini sesuai dengan jatah/kuota kami masih menerima, sedangkan di Kios saat ini pupuk masih menumpuk, kenapa tidak disalurkan, “ ungkap Kelompok Tani.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi yang seharusnya dapat diakses sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Sejumlah petani berharap pihak kios pengecer UD. Arabika Tani dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pupuk bersubsidi tersebut belum tersalurkan kepada petani yang berhak menerimanya. Mereka juga meminta agar proses distribusi dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menyikapi persoalan tersebut, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas penyaluran pupuk bersubsidi di kios UD. Arabika Tani.
KP3 diharapkan tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga mencocokkan stok pupuk yang tersedia dengan data penebusan, alokasi penerima, serta realisasi penyaluran kepada petani yang berhak.
Jika ditemukan indikasi pelanggaran terhadap ketentuan distribusi pupuk bersubsidi, pihak berwenang diminta mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pupuk bersubsidi tidak tertahan tanpa alasan yang jelas, sementara petani membutuhkan pupuk untuk menunjang produktivitas pertanian mereka.
“Pupuk subsidi itu diperuntukkan bagi petani yang memenuhi persyaratan. Jangan sampai pupuk tersedia di kios, tetapi petani justru kesulitan mendapatkannya. KP3 harus turun dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” demikian harapan yang disampaikan terkait persoalan tersebut.
Hingga berita ini disusun, penyebab penumpukan pupuk di gudang Kios UD. Arabika Tani masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kios dan telah dihubungi melalui WA pemilik tersebut, namun belum ada responnya.