Saat Jalan Nasional Banjir, Desa Tangkil dan Jernih Jaya Tidak Bisa Dilewati, Jalan Alternatif Tidak Ada Sejak Zaman Belanda

Jumat, 06 Maret 2026 | 13:29:15 WIB

Kerinci – Setiap kali banjir merendam ruas jalan nasional  Kerinci – Padang di wilayah Desa Tangkil dan Desa Jernih Jaya, aktivitas masyarakat langsung sangat terganggu. Kendaraan Roda empat maupun roda dua sangat kesulitan untuk melewatinya.

Hal ini dikarenakan saat musim hujan sudah menjadi  momok bagi masyarakat pengguna jalan khususnya masyarakat setempat. Arus air yang deras serta membawa batu dan kerikil di jalan yang sudah berubah menjadi sungai.

Diakui selama ini sudah ada usaha dalam penanganannya oleh Pemerintah Kerinci dan Pihak BPJN Jambi, namun terkesan belum maksimal dan belum tepat, hanya perbaikan saluran drainase dipinggir jalan nasional. Mungkin perlu ahli yang kompeten dan keinginan dari pemerintah untuk mengatasi banjir didaerah tersebut.

Keluhan pengguna jalan disaat banjir jangankan mobil, motorpun susah untuk lewat, disisi lainnya tidak ada jalan alternatif untuk menghindari jalan banjir tersebut.

Kondisi ini bukan persoalan baru. Warga menyebutkan bahwa sejak zaman Belanda hingga saat ini, jalan alternatif  kedua desa tersebut  tidak ada sama sekali. Akibatnya, ketika banjir datang dan  akses jalan nasional terganggu, masyarakat tidak memiliki pilihan jalur lain untuk keluar masuk desa.

Banjir yang terjadi hampir setiap musim hujan tersebut kerap menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Bahkan tidak jarang warga harus menunggu air surut selama berjam-jam agar akses kembali normal.

Situasi ini tentu sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi terganggu, distribusi hasil pertanian terhambat, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi sulit.

Warga menilai sudah seharusnya pemerintah memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut, berfikir untuk menyelesaikan permasalahan banjir tersebut danbjangan asal bertindak. Keberadaan jalan alternatif dinilai sangat penting sebagai jalur cadangan ketika jalan utama tidak dapat dilalui akibat banjir.

“Dari dulu kami berharap ada jalan alternatif. Tapi sampai sekarang belum juga terwujud,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mencarikan solusi nyata, termasuk merencanakan pembangunan jalan alternatif sebagai jalur penghubung yang dapat digunakan saat kondisi darurat.

Bagi warga Desa Tangkil dan Jernih Jaya, keberadaan jalan alternatif bukan lagi sekadar wacana pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak yang sudah terlalu lama dinantikan.

Hal senada juga di akui oleh Zakaria SPdI Anggota DPRD Kerinci dari Gunung Tujuh kepada Media ini, kita akan berusaha menyampaikan permasalahan ini ke Pemda Kerinci atau pihak berwenang lainnya, agar penangananan banjir di Tangkil dan Jernih Jaya bisa maksimal dan tentang Jalan Alternatif akan kita bahas dan usulkan untuk dianggar, “ ungkap Zakaria.

Halaman :

Terkini