Pengelola Wisata Aroma Pecco Jera Jadi Pihak Ketiga Saat Libur Lebaran

Kamis, 02 April 2026 | 08:14:03 WIB

Kerinci - Momentum libur Lebaran yang seharusnya menjadi berkah bagi sektor pariwisata justru meninggalkan kesan pahit bagi pengelola wisata Aroma Pecco Kec. Kayu Aro. Niko Kades Sinimpik Kec. Sulak , lebaran tahun ini menjadi pengelola alias sebagai pihak ketiga di wisata Aroma Pecco.

Pengelolaan wisata musiman setiap lebaran di Kerinci menjadi program utama Pemda Kerinci melalui Dinas Pariwisata dalam menarik Pendapatan Asli Daerah dibidang Pariwisata.

Target PAD yang dibebankan kepada pihak ketiga, kemungkinan besar sudah mengalami proses analisa yang sempurna, dengan mempertimbangkan analisa kunjungan wisatawan, peningkatan sarana dan prasarana yang selalu berubah setiap tahun sehingga menarik kunjungan wisatawan,  akan mencapai tujuan akhir dari semua proses tersebut yaitu bisnis wisata, pemda dapat PAD dan pihak ketiga dapat cuan alias keuntungan.

Namun sangat disayangkan, khususnya untuk wisata Aroma Pecco, menurut Kades Senimpik sebagai pihak ketiga, malah mengungkapkan hal sebaliknya kepada media SB.com.

“ Tekor jugo..Payah,  Jeraa. Nyendak Pumen Jadikan Pelajaran.”

Harapan dan solusi dari sang kades, “ Wisata Kerinci masukkan ke perda , yang ngelola pihak ke 3 paling lamo 20 thn dan paling dikit 10 thn, baru maju Kinci,” ungkap Sang kades.

Diketahui Nilai kontrak dengan dinas pariwisata sebesar Rp. 80 Juta, sudah menjadi momok dari pengelola wisata setiap tahunnya,  yang selalu mengalami tekor dan selalu ada keluhan dari pengunjung wisata seperti masalah parkir, dalam area utama wisata selalu dipenuhi oleh pedagang bahkan ada arena bola tangkas, terkesan daerah wisata seperti pasar.

Untungnya pihak ketiga tahun ini merupakan bos dari Organ Tunggal Olga Musik. Sudah tentu untuk mengisi panggung hiburan di kolam aroma pecco tidak mengeluarkan biaya banyak seperti pihak ketiga yang menyewa organ tunggal.

Hal senada juga dibenarkan oleh Andarno Tokoh Masyarakat Kayu Aro ( mantan Anggota DPRD Prop. Jambi ) yang juga pernah menjadi pihak ketiga pengelola wisata Aroma Pecco.

Kalau tekor wajarlah, karena animo pengunjung wisata sudah enggan masuk ke Aroma Pecco. Karena Aroma Pecco sendiri tidak ada perubahan sama sekali, apa yang menjadi daya tarik utama untuk dikunjungi, tidak ada perubahan sama sekali. Hal ini bisa disebabkan Pemda Kerinci khususnya Dinas Pariwisata tidak memiliki visi dan misi untuk memajukan wisata Kerinci.

Belajarlah dari daerah lain yang telah maju wisatanya, Kadis pariwisata dan jajarannya janganlah mengurus hal hal yang sepele. Aroma pecco kalau mau maju, harus ada perubahan tata ruang yang memiliki desain wisata yang layak sebagai daerah tujuan wisata.

Janganlah yang utama dalam otak pengambil kebijakan selalu  PAD tanpa didukung kelayakan untuk menghasilkan PAD itu sendiri, “ ungkap Andarno Mas Kumis dengan penuh semangat.

Secara jumlah pengunjung memang turun drastis, tapi kondisi di lapangan cukup menyulitkan. Banyak pengunjung yang hanya numpang berphoto di kebun teh sepanjang jalan nasional.

Pasca Liburan, sampah masih berserakan

Tidak hanya itu, pengelola juga harus menghadapi tekanan sebagai pihak yang disalahkan ketika terjadi persoalan di lokasi wisata. Padahal, menurut mereka, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas menjadi kendala utama dalam memberikan pelayanan maksimal.

Pengelola berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk dukungan fasilitas, pengamanan, maupun edukasi kepada masyarakat agar wisata bisa berjalan lebih tertib dan nyaman.

Libur Lebaran yang seharusnya membawa berkah ekonomi, kini menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah Kab. Kerinci untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi perbaikan di masa mendatang.

Halaman :

Terkini