Camat Gunung Tujuh Disinyalir Jarang Masuk Kantor, Sejak Dilantik Mengikuti Apel Hanya Sekali

Rabu, 08 April 2026 | 16:09:55 WIB

Kerinci – Kinerja M. Aflis Ilsan Syafei, SSTP (Sarjana Sains Terapan Pemerintahan) Camat Gunung Tujuh Kab. Kerinci Jambi menjadi sorotan publik. Pasalnya, sejak resmi dilantik, camat tersebut disinyalir jarang masuk kantor dan minim aktivitas kedinasan. Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, kegiatan apel pagi setiap hari senen  disebut-sebut baru diikutinya satu kali sejak ia menjabat.

 Camat Gunung Tujuh 

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kehadiran camat di kantor kecamatan sangat jarang terlihat. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, terutama terkait pelayanan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Dipintu Ruangan Camat selalu tertulis Ada padahal tidak ada. 

“Sejak dilantik, kehadirannya sangat jarang. Apel saja kabarnya baru sekali diikutinya, selama ini giliran staf kecamatan sebagai pemimpin upacara. Ini tentu jadi perhatian kami sebagai masyarakat,” ujar salah satu warga.

Situasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kinerja aparatur kecamatan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Gunung Tujuh. Beberapa warga mengaku mulai merasakan lambannya proses administrasi dan koordinasi di tingkat kecamatan.

Selain itu, sejumlah pihak juga meminta agar instansi terkait, khususnya pemerintah kabupaten, segera turun tangan untuk melakukan evaluasi. Hal ini dinilai penting guna memastikan roda pemerintahan di tingkat kecamatan berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau memang benar seperti ini, perlu ada pembinaan atau tindakan tegas. Jangan sampai pelayanan publik terganggu,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, camat yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan yang berimbang.

Masyarakat berharap adanya transparansi serta peningkatan disiplin aparatur, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga.

 

Terkini