Kerinci – Program pembagian makanan bergizi (MBG) yang disalurkan melalui Dapur SPPG yang beralamat di Desa Mekar Jaya Kec. Kayu Aro Kab. Kerinci kembali menuai sorotan. Sebanyak 500 paket MBG dilaporkan ditolak oleh sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Kerinci , Senin(14/4/2026).
Penolakan tersebut terjadi saat makanan dibagikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa memilih tidak menerima paket MBG dengan menunya membosankan, diduga sering menu telur yang bagikan.

Diketahui Dapur SPPG yang dulu dikenal dengan Dapur SPPG Tika Seno, dikarenakan sebelumnya pernah menjadi heboh dan distop operasinya, diduga saat ini sudah berganti nama, bukan lagi dapur SPPG Tika Seno.
“Kami bukan tidak menghargai, tapi memang makanannya kurang cocok. Jenuh dan membosankan,” ujar salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, paket MBG tersebut merupakan bagian dari program pemenuhan gizi bagi pelajar. Namun dalam pelaksanaannya, distribusi dari Dapur SPPG tersebut justru mendapat respons kurang positif dari penerima manfaat.
Pihak sekolah membenarkan adanya penolakan tersebut. Menurut salah satu guru, siswa memang tidak mengambil makanan yang dibagikan. “Kami sudah mengimbau agar siswa tetap menghargai program ini, namun keputusan tetap ada pada masing-masing siswa,” jelasnya.
Sementara itu, pihak pengelola Dapur MBG di Mekar Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat tujuan awal program MBG adalah untuk meningkatkan asupan gizi siswa.
Banyak pihak berharap ke depan ada evaluasi menyeluruh, baik dari segi kualitas makanan, distribusi, maupun komunikasi antara penyedia dan penerima.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai tindak lanjut atas penolakan ratusan paket MBG tersebut.