PELALAWAN (Suarabernas)– Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Pelalawan dituntut harus mampu memastikan program-program dalam RPJMD tetap berjalan efektif. Situasi fiskal yang sempit bukanlah alasan untuk stagnasi, melainkan momentum untuk melahirkan strategi cerdas, adaptif, dan kolaboratif. Langkah pertama yang krusial adalah melakukan re-prioritization atau penajaman skala prioritas. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang diberikan tugas sebagai penghubung antara visi politik kepala daerah dengan implementasi teknokratis harus berani memilah program yang benar-benar berdampak langsung terhadap masyarakat. Inovasi daerah menjadi senjata utama. Dalam keterbatasan, kreativitas terus diperkuat dengan kombinasi strategi prioritas yang tepat. Pemkab memandnag sektor pariwisata sebagai sumber strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah daerah melihat bahwa pengembangan ekosistem wisata Sungai Kampar tidak cukup hanya pada aspek destinasi semata, tetapi harus terintegrasi dengan penguatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat lokal, serta promosi yang berkelanjutan. Wisata susur sungai, festival budaya, hingga wisata berbasis kearifan lokal mulai didorong sebagai bagian dari paket wisata yang mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan. Kepala Bappeda Pelalawan Tengku Muhamamd Syukron S.Sos ME menegaskan bahwa pihaknya memastikan program program kepala daerah yang tertuang di dalam RPJMD tetap berjalan. Bappeda sudah menyiapkan perencanaan strategis dalam merealisasi keinginan Bupati Pelalawan yang concern pada segala sesuatu yang berimpact pada munculnya sumber sumber baru pembiayaan pembangunan. Daerah. “Selama ini kita bergantung kepada sumber daya Perkebunan, sumber daya tanah dan transfer pusat, sekarang kita harus bergeser ke sumber lain untuk membiayai Pembangunan. Sumber pembiayaan baru itu adalah membangun ekosistem pariwisata,” kata Syukron “Kalau pariwisata dapat tumbuh, tentu akan ada orang datang berkunjung. Tidak hanya berkunjung wisatawan akan menghabiskan uangnya di sini, dan ekonomi masyarakat juga nentinya dapat tumbuh,” tambahnya Diteruskan Syukron, Bappeda memastikan dari segi perencanaan ekoistem pariwisata yang akan dibangun itu sudah terkonsep dan dapat dieksekusi dalam pelaksanaan, baik melalui dukungan APBD, atau dukungan APBN atau bisa juga dari dukungan CSR nya perusahaan. “Kota Pangkalan Kerinci memiliki potensi untuk dikembangkan pariwisatanya, sebagai daerah perlintasan transportasi di Lintas Timur Sumatera, akan sangat disayangkan orang lewat tanpa menikmati objek objek wisata andalan yang ada disini, dengan perencanaan sekarang nantinya pak bupati berkeinginan untuk membangun Pelalawan Islamic Mall yang menjadi satu kesatuan dnegan miniature ka’bah, tempat manasyik haji berstandar nasional, ini jadi andalan wisata religi,”terangnya “Pelalawan Islamic Mall menyediakan cendramata dari produk produk UMKM di Kabupaten Pelalawan, usaha kecil juga tumbuh, itu keinginan pak Bupati,” imbuhnya Dengan terkoneksi nya Pelalawan Islamic Mall, miniatur Ka,bah dan Masjid Ulul Azmi menjadi daya tarik tersendiri bagi orang orang yang melintas di Kabupaten Pelalawan untuk menikmati objek wisata yang ada. Selain itu, wisata religi tersebut akan terkoneksi dengan wisata Sungai Kampar yang akan dikembangkan, wisata Sungai Kampo ini diharapkan menjadi pusat UMKM baru. Pemkab Pelalawan melalui Bappeda sudah menyusun perencanaan strategis untuk membangun ekosistem wistaa Sungai Kampo, seperti membangun fasilitas pendukung yang menajdi daya tarik yang unik yang ada di Kabupaten Pelalawan ini. “Keinginan pak Bupati antara dua jembatan kembar ini direncanakan akan di bangun pusat wisata kuliner, ada café yang dibangun diatas reflika kapal pesiar yang dibangun diantara dua sisi Sungai Kerinci,” bebernya Tak hanya itu, ekosistem wisata ini diharapkan juga dapat terhubung sampai ke Terusan Bawah di Sungai Kampar, disepanjang jalan nantinya akan dibangun jogging track. Ada tanaman pelindung di sisi kiri kanan jalan yang menjadikan jalur teduh, sejuk dan asri. Masih kata Syukron, Bappeda tidak hanya memastikan konsep dan perencanaan pembangunan wisata di Kota Pangkalan Kerinci saja, namun di semua kecamatan di Kabupaten Pelalawan juga mendapat perhatian yang sama, tinggal skala prioritas mana yang mau di dahulukan. “Ekosistem wisata ini harus terkoneksi semua kecamatan, dan pak bupati memang concern pada pengembangan wisata ke depannya. Menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Pelalawan kedepan,” katanya Syukron optimis, dengan berjalan nya ekosisitem wisata nantinya kan menghidupkan ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalalwan, UMKM UMKM dan koperasi akan tumbuh membawa kesejahteraan bagi masyarakat. “pelaku usaha kuliner akan berkembang, akan berdiri homestay baru dan penginapan baru serta pendapatan masyarakat juga meningkat, harapan kita seperti itu,”pungkasnya***