Aksi Heroik Security RAPP Berujung Polemik, Warga Tuntut Keadilan

Senin, 27 April 2026 | 10:00:59 WIB
Barang bukti pencurian berupa mobil jenis SUV bersama besi tua

PELALAWAN (Suarabernas) - Aksi heroik yang dilakukan oleh security RAPP dalam upaya menggagalkan aksi pencurian busbar tembaga di area vital pabrik mendapat sorotan masyarakat Pangkalan Kerinci, pelaku gibal penggondol tujuh potong tembaga dengan total berat sekitar 12 kilogram dari area MCC-405 Fiber Line 1 pada Kamis malam (23/4/2026) telah diserahkan kepada Polsek Pangkalan Kerinci.

Ditangan pelaku elaku berinisial MD (43) diamankan bersama barang bukti berupa tujuh potong busbar tembaga, sebuah mesin gerinda merek Makita, serta tas yang digunakan untuk membawa hasil curian kerugian ditaksir sebesar 12 juta rupiah.

Warga Pangkalan Kerinci, Liaz Abnur mempertanyakan sikap perusahaan yang menerapkan standar ganda dalam menangani kejadian pencurian aset perusahaan yang juga terjadi satu pekan lalu dengan jumlah kerugian jauh lebih besar. Sayangnya respon security berbeda dan tidak membawa kasus ini ke ranah pidana sebagaimana yang terjadi pada pencurian busbar tembaga sebanyak tujuh potong baru baru ini.

Liaz mendesak management RAPP untuk melakukan evaluasi kepada perusahaan penyedia jasa keamanan di semua wilayah operasional perusahaan karena dinilai ikut serta dalam melindungi kejadian tersebut agar tidak diketahui publik dan management perusahaan.

"Security juga diduga memiliki andil menyembunyikan  barang bukti, kenapa tidak dilaporkan ke polisi, itu jadi pertanyaan kita,"imbuhnya

Pencurian besi tua telah dilakukan pelaku berkali kali, bahkan dilakukan 4 trip per hari dan sudah berlangsung lama.

Puncaknya, pada Kamis pekan lalu itu, pencurian besi tua dilaporkan oleh saksi ke security yang bertugas dan langsung langsung mendatangi tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan sebuah unit mobil SUV dengan barang bukti di dalamnya.

"Pencurian itu sudah dilaporkan ke securit, namun tidak di tindaklanjuti, kemudian ada lagi pencurian lain yng dilakukan baru baru ini, ditangkap dan diserahkan ke polisi, kalauenegkakannkeadilan ya harus adil lah,"tegas Liaz

Ketika hal ini di konfirmasi kepada Kepala Security RAPP Elvianto melalui kontak pribadinya, bunyi nada dering dinujung telpon tidak dir spon oleh yng bersangkutan, begitu juga konfirmasi lewat pest singkat aplikasi WhatsApp, Elvianto enggan memberi penjelasan atas apa yang dikonfirmasi media ini.

Pun begitu dengan Humas RAPP Disra Aldrick, saat dikonfirmasi lewat telpon dan pest singkat juga tidak bersedia memberi klarifikasi.

Sementara itu, staff Forkom Yhudi Juliandra mengatakan bahwa tempatanya bekerja itu menegaskan kejadian dugaan tindak pidana pencurian, yang terjadi di dalam areal perusahaan telah sepenuhnya diserahkan kepada pihak penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Perusahaan menghormati proses hukum yang berjalan dan berkomitmen untuk mendukung penegakan hukum secara transparan dan profesional,"pungkasnya***

Terkini