JAMBI – Operasi SAR terhadap Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) di aliran Sungai Batanghari, Kawasan Niaso, Kabupaten Muaro Jambi berakhir duka.
Tiga orang pekerja kapal dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menghirup gas beracun di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso, Rabu (20/05/2026).
Ketiga korban yang seluruhnya diketahui berasal dari Pontianak tersebut berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Peristiwa nahas ini bermula pada Rabu pagi pukul 08.55 WIB. Saat itu, ketiga korban tengah turun ke dalam palka tongkang untuk melakukan pekerjaan perbaikan.
Namun, tidak berselang lama setelah berada di ruang terbatas (confined space) tersebut, ketiga korban mendadak lemas dan sama sekali tidak memberikan respon saat dipanggil.
Sani, selaku pemilik tongkang, langsung melaporkan kejadian darurat ini ke Kantor SAR Jambi pada pukul 09.15 WIB.
Menerima laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Jambi langsung mengerahkan Search Rescue Unit (SRU) yang berkekuatan 14 personel rescue.
Menggunakan jalur darat dan air, tim menempuh jarak sekitar 13,5 KM dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.25 WIB untuk langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi yang dramatis.
Mengingat lokasi kejadian berada di dalam palka kapal yang minim oksigen dan rawan gas beracun, Tim SAR menggunakan peralatan khusus Confined Space Rescue (CSR). Proses pengangkatan jenazah korban dilakukan secara bertahap oleh Tim SAR Gabungan:
- Pukul 10.58 WIB: Korban pertama atas nama Zulkarnain (42 Tahun) berhasil diangkat ke atas kapal dalam kondisi Meninggal Dunia (MD).
- Pukul 11.03 WIB: Korban kedua atas nama Popo (32 Tahun) berhasil dievakuasi dalam kondisi Meninggal Dunia (MD).
- Pukul 11.08 WIB: Korban ketiga atas nama Rudiansyah (41 Tahun) berhasil dievakuasi dalam kondisi Meninggal Dunia (MD).
Setelah berhasil dievakuasi dari dalam lambung kapal, seluruh jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan armada darat untuk proses penanganan dan otopsi lebih lanjut.
Unsur SAR dan Alat Utama yang Dikerahkan
Keberhasilan evakuasi yang berjalan kurang dari satu jam sejak tim tiba di lokasi ini merupakan hasil sinergi solid dari berbagai unsur yang terlibat.
Operasi ini juga didukung oleh alut dan palsar modern di bawah kondisi cuaca berawan, termasuk penggunaan Rescue Car, RBB Kansar Jambi, Kapal Fiber Polair, peralatan medis, peralatan evakuasi, hingga Drone Thermal untuk memetakan situasi di dalam palka kapal.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan situasi di lokasi dinyatakan aman, Tim SAR Gabungan menggelar briefing penutupan pada pukul 12.00 WIB.
Dengan ditemukannya ketiga korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan apresiasi tinggi atas kerja samanya.