219 Ribu Bibit Kopi Disalurkan ke Petani, Alfin Pacu Renah Kayu Embun Jadi Sentra Kopi Sungai Penuh

Jumat, 11 September 2026 | 20:25:32 WIB

SUNGAIPENUH,Suarabernas.con – Pemerintah Kota Sungai Penuh mulai memperkuat langkah menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Sebanyak 219.000 batang bibit kopi diserahkan secara simbolis kepada 11 kelompok tani di Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Jumat (11/9/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., di halaman Masjid Nurul Haq seusai pelaksanaan Salat Jumat.

Bibit yang disalurkan terdiri dari Kopi Arabika Gayo 3 dan Kopi Robusta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Sungai Penuh memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong pengembangan komoditas kopi dari tahap budidaya hingga hilirisasi.

Dalam kegiatan itu, Alfin didampingi Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, anggota DPRD Kota Sungai Penuh serta jajaran OPD.

Alfin: Jangan Sampai Bibit Hanya Berhenti di Penyaluran

Alfin meminta kelompok tani penerima bantuan tidak sekadar menerima bibit, tetapi memastikan seluruh tanaman dirawat hingga mampu menghasilkan produksi yang berkualitas.

Menurutnya, pengembangan kopi membutuhkan kesinambungan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, peningkatan produksi hingga pengolahan hasil.

«“Bibit kopi ini harus dimanfaatkan dan dirawat sebaik mungkin. Pemerintah berharap seluruh kelompok tani dapat menanam, memelihara, hingga mengembangkan tanaman kopi ini sehingga ke depan mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Alfin.»

Ia menilai kopi memiliki peluang ekonomi yang cukup besar karena permintaan pasar terus berkembang. Karena itu, peningkatan kualitas dan produktivitas menjadi hal penting agar kopi Sungai Penuh memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.

Tak Hanya Bibit, Warga Dapat Pupuk Kompos

Selain menyalurkan bibit kopi, Pemkot Sungai Penuh juga menyerahkan pupuk kompos hasil pengolahan TPST Renah Kayu Embun kepada masyarakat.

Warga yang tinggal di sekitar TPST mendapatkan dua karung pupuk kompos, sementara masyarakat yang memiliki lahan perladangan di Desa Renah Kayu Embun memperoleh satu karung.

Pemanfaatan kompos tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Pemanfaatan kompos ini bukan hanya membantu menyuburkan tanaman, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Alfin.

Bidik Sentra Kopi Berkualitas

Pemkot Sungai Penuh menargetkan pengembangan perkebunan kopi di Renah Kayu Embun tidak berhenti pada program pembagian bibit. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi salah satu sentra produksi kopi berkualitas di Kota Sungai Penuh.

Dengan dukungan bibit, pupuk kompos dan penguatan budidaya, pemerintah berharap produktivitas perkebunan masyarakat meningkat dan pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

Alfin juga mendorong agar komoditas kopi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi ke depan dapat dikembangkan melalui proses pengolahan dan pemasaran yang memberikan nilai ekonomi lebih besar.

Tenaga Kebersihan Dapat Penghargaan

Dalam kegiatan yang sama, Alfin turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi tenaga kebersihan dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Sungai Penuh.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi secara simbolis. Alfin bersama Wakil Wali Kota, jajaran pemerintah daerah, tamu undangan dan kelompok tani ikut menanam bibit kopi di lokasi kegiatan.

Penanaman tersebut menjadi simbol dimulainya percepatan pengembangan dan hilirisasi komoditas kopi Kota Sungai Penuh pada 2026.

Pemkot Sungai Penuh berharap program tersebut dapat melahirkan kawasan produksi kopi yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat posisi kopi lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Terkini