Tanam Perdana Kopi Arabika 2026, Irwandri Dorong Kerinci Bangun Industri Kopi dari Hulu hingga Hilir

Jumat, 18 September 2026 | 21:34:56 WIB

KERINCI,Suarabernas.com – Pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci terus diperkuat. Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., mendampingi Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, Kepala Bidang Perbenihan dan Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Adi Guna, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Atmir, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan tanaman kopi Arabika.

Tanam perdana ini diselenggarakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci sebagai bagian dari program perluasan tanaman kopi Arabika yang mendapat dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Kegiatan diawali dengan sambutan secara virtual Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pengembangan komoditas kopi secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Pada tahap pertama, penanaman kopi Arabika dilakukan pada areal seluas 320 hektare. Luasan tersebut merupakan bagian dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika di Kabupaten Kerinci yang mencapai 650 hektare pada tahun 2026.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh 42 kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika yang bersumber dari APBN untuk tahap pertama.

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas dukungan terhadap pengembangan komoditas kopi di daerah.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berorientasi pada penambahan luas areal perkebunan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani.

Program tersebut sekaligus diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui keterlibatan tenaga kerja dalam kegiatan perkebunan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri mengatakan, kondisi geografis Kerinci menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan komoditas kopi. Ketinggian wilayah, kondisi iklim, serta karakteristik lahan dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan kopi berkualitas.

Selain Arabika, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga mengembangkan tiga jenis kopi, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika.

Irwandri menegaskan, pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan memperluas lahan dan melakukan penanaman. Menurutnya, diperlukan ekosistem yang terintegrasi agar komoditas kopi mampu memberikan nilai tambah bagi petani.

Pengembangan tersebut mencakup penyediaan bibit berkualitas, penanaman dan pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, peningkatan produktivitas, pengolahan pascapanen, peningkatan mutu biji kopi, hingga pemasaran dan pengembangan produk olahan.

Dalam kesempatan tersebut, Irwandri juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci. Dukungan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pengembangan komoditas kopi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi daerah dan petani.

Irwandri mengajak para petani penerima bantuan untuk menanam dan merawat tanaman kopi dengan penuh tanggung jawab.

“Tanaman yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati hasilnya saat ini, tetapi merupakan investasi bagi masa depan keluarga dan generasi Kabupaten Kerinci,” pesannya.

Dengan dimulainya penanaman perdana tersebut, Kabupaten Kerinci kembali memperkuat arah pengembangan industri kopi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai salah satu unsur penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Terkini