Antisipasi Dampak Karhutla, PT WKS-FH Unja Bagikan 6.000 Masker kepada Mahasiswa

Antisipasi Dampak Karhutla, PT WKS-FH Unja Bagikan 6.000 Masker kepada Mahasiswa
PT WKS bersama FH Unja membagikan masker kepada mahasiswa

JAMBI - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Jambi mendorong berbagai pihak meningkatkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, bersama Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH Unja) membagikan 6.000 masker kepada mahasiswa dan warga kampus Universitas Jambi.

Pembagian masker menjadi langkah preventif untuk membantu mengurangi paparan asap bagi mahasiswa dan warga kampus yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya di ruang terbuka.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang digunakan dalam kegiatan tersebut, pada 15 September 2026 indeks kualitas udara di Jambi tercatat mencapai angka 262 dengan PM2.5 sebagai parameter polutan utama.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila paparan berlangsung dalam waktu tertentu.

Kepala Humas PT WKS, Taufik Qurochman mengatakan, upaya menghadapi karhutla tidak berhenti pada pencegahan dan pengendalian kebakaran di lapangan. Perhatian terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk dari sisi kesehatan, juga menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla.

“Pengendalian karhutla membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak, baik dalam pencegahan dan penanganan kebakaran maupun dalam mengurangi dampaknya terhadap masyarakat," ujar Taufik.

"Melalui kolaborasi dengan FH UNJA ini, kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu mahasiswa dan warga kampus menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung,” terangnya

Menurut Taufik, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga penting untuk memperluas kesadaran mengenai perlindungan kesehatan sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Jambi turut terlibat membagikan masker dengan menyusuri sejumlah area kampus.

Selain membagikan masker, mahasiswa juga mengingatkan warga kampus untuk memperhatikan kondisi udara dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Unja, Ratu Nyimas, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, pembagian masker membantu mahasiswa yang tetap harus menjalankan berbagai aktivitas di tengah kondisi kabut asap.

“Terima kasih banyak kepada teman-teman FH UNJA dan PT WKS. Saat ini memang sedang musim kabut asap, sehingga masker ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami mahasiswa yang tinggal di kos,” ungkap Ratu Nyimas.

Hal senada disampaikan Abim, BEM FH Unja. Ia menilai pembagian masker relevan dengan kondisi yang tengah dihadapi mahasiswa dan masyarakat Jambi.

“Pembagian masker ini merupakan agenda yang sangat baik bagi mahasiswa FH maupun mahasiswa Unja secara umum, mengingat kondisi kabut asap di Jambi hari ini masih cukup tebal,” kata Abim.

6.000 masker tersebut diharapkan dapat menjangkau tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, pelaku usaha, serta warga lain yang beraktivitas di lingkungan kampus.

Bagi PT WKS, kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla secara menyeluruh.

Di tengah upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran yang terus dilakukan berbagai pihak, perlindungan terhadap kesehatan masyarakat juga perlu berjalan beriringan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index