Jalan Desa Belui Tinggi Mulai Rusak, Warga Soroti Aktivitas Dump Truck Pengangkut Tanah Galian

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:11:52 WIB

KERINCI,Suarabernas.com — Aktivitas lalu lintas kendaraan dump truck pengangkut material tanah (Galian C ) di ruas jalan Desa Belui Tinggi dan Simpang Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, dikeluhkan warga.

Warga menilai aktivitas kendaraan pengangkut material galian C tersebut berdampak terhadap kondisi jalan dan kenyamanan masyarakat. Saat cuaca panas, debu disebut beterbangan hingga ke permukiman warga, sementara ketika hujan, material yang terbawa kendaraan membuat jalan menjadi becek dan licin.

Salah seorang warga Simpang Belui, Ronal, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Ia berharap aktivitas kendaraan pengangkut material dapat ditertibkan agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan.

“Akibat aktivitas dump truck pengangkut galian, jalan menjadi rusak. Saat hujan jalan licin dan becek, sedangkan ketika cuaca panas debunya bertebaran hingga ke rumah penduduk,” ujar Ronal.

Menurut Ronal, persoalan yang dikeluhkan warga bukan hanya terkait debu, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan yang digunakan kendaraan pengangkut material tanah tersebut.

Ia menyebut, kewenangan terkait perizinan kegiatan pengelolaan timbunan tanah galian C  berada pada pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, warga berharap pemerintah tetap memperhatikan dampak aktivitas kendaraan terhadap masyarakat dan fasilitas umum.

Sementara itu, Herman mengatakan keluhan mengenai kerusakan jalan akibat aktivitas dump truck perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat maupun pihak terkait.

“Masyarakat di sini mengeluhkan kondisi jalan akibat kendaraan pengangkut galian C. Jalan menjadi becek ketika hujan dan berdebu saat panas hingga memasuki rumah warga. Ini perlu ditindaklanjuti.apa lagi di persimpangan aktivitas masyarakat yang berjualan sangat terganggu ulah debu dari angkutan tanah galian c yang berada di Belui tinggi” katanya.

Warga juga meminta Pemerintah Desa Belui Tinggi dan Simpang Belui mengambil langkah pengaturan terhadap kendaraan pengangkut material, terutama kendaraan yang diduga membawa muatan berlebih.

Salah satu usulan warga yakni pemasangan portal atau pembatas pada ruas jalan tertentu, dengan tetap mempertimbangkan akses masyarakat dan kendaraan yang memang berkepentingan melintas.

“Harapan kami pemerintah desa memberikan teguran kepada sopir dump truck agar memperhatikan kapasitas muatan dan kondisi jalan. Jangan sampai aktivitas pengangkutan justru membuat jalan desa semakin cepat rusak,” harapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Helpi. Ia mengatakan kendaraan pengangkut material galian disebut melintas setiap hari di sepanjang ruas jalan Belui Tinggi dan Simpang Belui.

Menurutnya, kondisi jalan yang mulai mengalami kerusakan menjadi perhatian masyarakat karena jalan tersebut juga digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

«“Aktivitas kendaraan pengangkut material ini perlu ditata. Warga berharap pemerintah dan dinas terkait turun melihat kondisi jalan serta mencari solusi agar aktivitas pengangkutan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,” kata Helpi.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi berwenang melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan, aktivitas pengangkutan, kapasitas kendaraan, serta aspek perizinan kegiatan galian sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat juga meminta adanya solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan debu dan kerusakan jalan, tetapi juga memastikan kegiatan pengangkutan material tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan serta kepentingan warga di sepanjang jalur yang dilalui.

Terkini