Hampir Sepekan Air PDAM Tirta Sakti Mati Total, Ribuan Pelanggan di Tiga Kecamatan Menjerit

Minggu, 01 November 2026 | 11:38:01 WIB

KERINCI,Suarabernas com – Krisis air bersih melanda ribuan pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. Pasokan air yang terhenti hampir sepekan membuat masyarakat di tiga kecamatan, yakni Tanah Cogok (Tanco), Setinjau Laut, dan Danau Kerinci Barat, kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Matinya aliran air bersih tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga masyarakat. Mulai dari mandi, memasak, mencuci pakaian, mencuci piring hingga berbagai kebutuhan dasar lainnya kini menjadi persoalan bagi pelanggan.

Ironisnya, hingga Minggu (1/11/2026), belum ada kepastian mengenai kapan distribusi air bersih kembali normal. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang berharap manajemen Perumda Tirta Sakti dan Pemerintah Kabupaten Kerinci segera memberikan solusi konkret.

Upaya penyaluran air menggunakan mobil tangki yang dilakukan pihak PDAM juga dinilai belum mampu menjawab kebutuhan warga. Pasalnya, jumlah air yang diterima terbatas dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti memasak dan minum. Bahkan, tidak seluruh pelanggan terdampak mendapatkan distribusi bantuan tersebut.

"Ini sudah hampir seminggu air PDAM mati total. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan kembali mengalir. Seharusnya manajemen PDAM dan Pemerintah Kabupaten Kerinci lebih sigap menangani persoalan ini. Kami sebagai pelanggan merasa kecewa dan dirugikan," ungkap Edi, salah seorang warga.

Masyarakat pun mendesak Bupati Kerinci, Monadi, agar turun tangan langsung memastikan persoalan tersebut segera dituntaskan. Mereka meminta kepala daerah tidak hanya menerima laporan dari jajaran terkait, tetapi juga turun ke lapangan untuk mengecek kondisi instalasi pengambilan air (intake) PDAM, khususnya di Koto Petai.

Warga menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab utama terhentinya pasokan air, termasuk kondisi mesin pompa dan jaringan distribusi.

"Kalau memang mesinnya rusak, segera diperbaiki atau diganti. Kalau memang harus membeli mesin baru, lakukan. Ini menyangkut kebutuhan ribuan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat persoalan yang berlarut-larut," tegasnya.

Selain menuntut percepatan perbaikan, warga juga mempertanyakan kualitas pelayanan Perumda Tirta Sakti. Sebab, di tengah terhentinya pasokan air selama berhari-hari, pelanggan tetap memiliki kewajiban membayar tagihan bulanan.

Menurut masyarakat, kewajiban pelanggan membayar tagihan seharusnya diimbangi dengan pelayanan yang layak. Ketika air tidak mengalir hingga hampir sepekan, pelanggan berhak mendapatkan penjelasan terbuka, kepastian waktu perbaikan, serta langkah penanganan yang jelas dari pihak perusahaan daerah.

Bahkan, kondisi di lokasi intake Koto Petai dilaporkan terpantau kosong. Situasi ini semakin menambah kekhawatiran masyarakat terhadap penanganan gangguan distribusi air bersih tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perumda Tirta Sakti saat dikonfirmasi pada Minggu pagi (1/11/2026) belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya, jajaran PDAM menyampaikan bahwa gangguan pasokan air disebabkan kerusakan mesin pompa yang sedang dalam proses perbaikan. Namun, setelah hampir sepekan berlalu, belum ada informasi terbaru mengenai perkembangan perbaikan maupun target waktu normalisasi distribusi air.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah tegas dan meminta manajemen Perumda Tirta Sakti menyampaikan secara terbuka penyebab kerusakan, progres perbaikan, serta target waktu pemulihan pelayanan.

Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ribuan pelanggan tidak seharusnya terus dibiarkan menghadapi kesulitan tanpa kepastian, terlebih ketika persoalan tersebut telah berlangsung hampir sepekan.

Terkini