Kerinci – Proyek pemasangan paving block di SMP Negeri 17 Kerinci menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya penyimpangan dari spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Temuan ini mencuat setelah sejumlah warga serta pihak pemerhati pembangunan menilai hasil pekerjaan tidak sesuai standar mutu yang seharusnya diterapkan pada pembangunan fasilitas pendidikan.
Proyek dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, dikerjakan oleh Perusahaan Cv. Kerinci Jayo no. Kontrak 400.3.13/15/SP-FISIK-SMP/11/2025 dengan anggaran sebesar Rp. 163.130.000,.
Dalam pantauan di lapangan, beberapa bagian paving block terlihat material yang digunakan tidak sesuai spek, tidak ada proses pemadatan dasar klas A, space pavibg block menggunakan pasir yang kasar, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pekerjaan dilakukan tanpa pengawasan ketat dan berpotensi mengurangi ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.

Sejumlah warga sekitar mengungkapkan kekecewaan mereka. Menurut mereka, sekolah yang seharusnya mendapat fasilitas berkualitas justru terancam mendapatkan hasil pekerjaan yang tidak maksimal.
“Kami ingin proyek yang dikerjakan di lingkungan sekolah harus benar-benar sesuai spesifikasi. Ini untuk kepentingan siswa juga. Jangan sampai ada pemborosan anggaran,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai dugaan penyimpangan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan memastikan pekerjaan diperbaiki sesuai standar agar tidak merugikan siswa dan sekolah.
Proyek ini sebelumnya digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekolah. Namun dengan adanya dugaan penyimpangan, publik mendesak agar dilakukan pengecekan ulang serta penegakan aturan agar kualitas pembangunan tetap terjamin.
Sampai berita ini dinaikkan, belum mendapat jawaban konfirmasi pihak pelaksana atau pihak CV. Kerinci Jayo.
