Kerinci – Saluran irigasi pada Bendungan Daerah Irigasi (DI) Lubuk Pauh Kec. Gunung Tujuh Kab. Kerinci Jambi sudah lama jebol, mengakibatkan aliran air ke sejumlah areal persawahan kurang maksimal. Kondisi ini memicu kekhawatiran para petani setempat akan potensi gagal panen pada musim tanam saat ini.

Selain itu Bendungan DI. Lubuk Pauh, lantainya sudah rusak alias ambruk, dan empat pintu airnya tidak terawat semestinya sehingga tidak berfungsi disebabkan oleh pemutarnya tidak ada sama sekali. Sangat disayangkan Bendungan, saluran irigasi tidak ada pemeriharaan sama sekali, dan menjadi pertanyaan petani sekitarnya, siapa yang bertanggung jawab terhadap Bendungan dan saluran irigasi ??

Dari pantauan media ini kelokasi bendungan apa tertulis diatas itulah kenyataannya, untuk mengatasi kekeringan sawah daerah Lubuk Pauh Jernih Jaya perlu adanya respon cepat dari pemerintah Kab. Kerinci antara lain
1. Turun kelapangan untuk melihat kondisi yang dikeluhkan petani Desa Lubuk Pauh dan Jernih Jaya jangan hanya duduk dikantor aja.
2. Rehabilitasi Bendungan DI Lubuk Pauh, rehab lantai bendungan dan rehab pintu air bendungan sebanyak empat buah.
3. Memperbaiki saluran air yang jebol dengan memasang bronjong dan saluran irigasi.
Kepala Desa Lubik Pauh Imsumarlan kepada media ini menyampaikan Pemdes Lubuk Pauh sudah pernah mengajukan proposal tujuan Bupati Kerinci untuk penanganan jebolnya saluran irigasi tersebut, namun sampai saat ini belum ada respon.
Secara logika proposal masyarakat belum direspon bisa disebabkan proposalnya tidak sampai ke meja bupati atau sampai belum sempat dibaca, ataupun keluhan itu tidak perlu direspon. Padahal saluran irigasi ini sangat penting untuk peningkatan hasil pertanian padi petani Lubuk Pauh dan Jernih Jaya. Pertanian sawah merupakan program asli ketahanan pangan masyarakat selain program nanam jagung di program desa.
Menurut Tokoh Masyarakat Jernih Jaya Pak Damsir yang juga ikut mengalami sawahnya sudah kering ( bedut – bedut ) bahasa kerinci , merasa kecewa dan kesal, sudah beberapa tahun saluran irigasi rusak namun tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah maupun DPRD Kerinci.
“Sejak saluran ini jebol, air tidak lagi mengalir ke sawah kami. Tanaman padi mulai mengering, ratusan hektare lahan persawahan yang selama ini bergantung pada aliran irigasi dari Bendungan DI Lubuk Pauh kini terancam mengalami kekeringan. Jika tidak segera ditangani, petani dipastikan mengalami kerugian besar akibat menurunnya hasil produksi bahkan potensi gagal panen, saya berharap Bupati Kerinci yang terkenal sebagai Petani Pejuang, ikut merasakan keluhan kami petani dan segera untuk berbuat, “ ungkap Pak M. Dasir yang juga tokoh adat Kec. Gunung Tujuh
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan darurat. Selain itu, diperlukan langkah cepat guna mengalirkan kembali air ke lahan pertanian, setidaknya dengan solusi sementara.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan maupun estimasi waktu perbaikan saluran irigasi yang jebol tersebut.
Kejadian ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat peran vital infrastruktur irigasi dalam menunjang ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi para petani di wilayah Lubuk Pauh.
