Tiga Hari Usai Menjadi Ayah, David Kembali Berjibaku Melawan Api

Tiga Hari Usai Menjadi Ayah, David Kembali Berjibaku Melawan Api
David Juntara Harahap saat berjibaku memadamkan kebakaran lahan

JAMBI - David Juntara Harahap telah sepuluh tahun bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Namun, penugasan kali ini terasa berbeda.

Ia baru memiliki anak perempuan dan harus kembali bekerja ketika bayinya masih membutuhkan kehadiran ayah. Di rumah, sang istri memperkenalkan sosok ayah melalui foto sambil menunggu kepulangannya.

David masih mengingat betapa singkatnya waktu yang ia miliki bersama istri dan anak perempuan pertamanya setelah kelahiran sang bayi. Hanya tiga hari ia dapat mendampingi sang istri, sebelum kembali menjalankan tugas sebagai petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Setelah sekitar sepuluh tahun bekerja dalam penanganan karhutla, David telah terbiasa meninggalkan rumah selama berminggu-minggu. Namun, menjadi seorang ayah membawa perasaan yang berbeda. Ada anak perempuan yang baru lahir, sementara pekerjaan membuatnya harus kembali berada jauh dari keluarga.

"Terus terang, sangat sedih. Apalagi saya baru menjadi seorang ayah dan saya hanya bisa mendampingi istri saya waktu melahirkan selama tiga hari," tutur David.

Di rumah, Angel (25), istrinya, menjalani hari-hari pertama sebagai ibu dengan merawat putri mereka, Dania. Ketika wawancara dilakukan, usia bayi tersebut baru dua bulan 21 hari. Keluarga ini tinggal di kawasan PT Wirakarya Sakti (WKS) Sungai Tapa, Jambi.

Bagi Angel, ketidakhadiran suami terasa ketika ia membutuhkan teman berbagi cerita, meminta pendapat, atau sekadar membantu mengurus keperluan sehari-hari. Ia memahami pekerjaan David, tetapi tetap menginginkan kesempatan lebih banyak untuk menjalani masa-masa awal  orang tua bersama.

"Yang paling berat adalah menjalani hari-hari tanpa kehadiran suami. Biasanya ada tempat untuk berbagi cerita, meminta pendapat, dan saling membantu dalam urusan keluarga. Namun, ketika suami bertugas, saya berusaha kuat dan menjalankan tanggung jawab di rumah sendiri," ungkap Angel.

Dania memang belum bisa mengatakan bahwa ia merindukan ayahnya. Namun, Angel memiliki cara sederhana untuk mengenalkan David kepada putri mereka. Ia kerap memperlihatkan foto suaminya sambil bercerita tentang ayah yang sedang bekerja.

"Saya sering memperlihatkan foto ayahnya dan menceritakan tentang ayahnya, walaupun anak masih bayi dan belum sepenuhnya mengerti," katanya.

Di Lapangan, Sinyal Menjadi Barang Berharga
Bagi David, salah satu kesulitan terbesar selama bertugas justru bukan hanya menghadapi api dan asap, melainkan tidak dapat menghubungi keluarga. Lokasi pemadaman terkadang berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau jaringan telekomunikasi.

Ketika komunikasi terputus, David tidak bisa mengetahui secara langsung keadaan istri dan bayi perempuannya. Perasaan tersebut semakin berat karena ia baru menjalani kehidupan sebagai seorang ayah.

"Ketika saya mendapat kebakaran di lokasi yang jauh dari permukiman masyarakat atau susah sinyal, itu perasaan yang paling sedih. Saya tidak bisa menghubungi istri dan keluarga saya," ujarnya.

Pekerjaan pemadaman juga memiliki tantangan fisik yang tidak ringan. David menceritakan bagaimana sulitnya akses menuju lokasi kebakaran terkadang membuat petugas harus bekerja di tengah terik matahari, menghadapi kelelahan, bahkan mengalami keterlambatan pasokan makanan.

Dalam kondisi demikian, ia tetap berusaha menjalankan tugas agar kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya tidak semakin luas bagi masyarakat.

Ketika rasa lelah datang, David mengingat sebuah perkataan dari rekannya bernama Tobi. Kalimat sederhana itu terus melekat dalam pikirannya.

"Ketika bekerja kena asap, pulang kerja kena asap. Ketika kita tidak bekerja, dapur tidak berasap," kenang David menirukan perkataan rekannya.

Bagi David, ungkapan tersebut menggambarkan tanggung jawabnya sebagai pencari nafkah. Terlebih kini ia memiliki seorang bayi yang membutuhkan berbagai keperluan, termasuk susu.

Sebagai pemimpin tim di lapangan, David juga belajar memahami berbagai karakter anggota. Setelah bertahun-tahun bekerja bersama, ia tidak lagi menganggap mereka sekadar rekan kerja.

"Tim di lapangan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri," katanya.

Sementara David menjalankan tugas, Angel berusaha menjaga komunikasi setiap kali memungkinkan. Namun, ada kalanya pesan tidak segera dibalas atau panggilan telepon tidak tersambung karena kondisi jaringan di lokasi pemadaman.

Angel mengaku sering merasa khawatir dalam keadaan tersebut. Ia berusaha menenangkan diri dengan mengingat bahwa David mungkin sedang sibuk atau berada di tempat yang tidak memiliki sinyal.

"Saya hanya bisa bersabar dan terus berdoa, berharap ada kabar bahwa suami dalam keadaan baik-baik saja," tuturnya.

Bagi Angel, kepulangan suami bukan hanya kesempatan melepas rindu. Ia ingin David dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama Dania, menyaksikan perkembangan putri mereka, dan menikmati kehidupan keluarga yang baru mereka mulai.

David sendiri memiliki kerinduan yang sangat sederhana. Ia merindukan masakan istrinya yang menurutnya sangat lezat. Namun, ada satu hal lain yang kini selalu diingatnya selama berada jauh dari rumah, yakni suara tangisan putri kecilnya.

"Yang paling saya rindukan adalah tangisan anak perempuan saya yang masih kecil," ujar David.

Ketika akhirnya mendapat kesempatan pulang, hal pertama yang ingin dilakukannya adalah mencium dan memeluk Dania. Ia ingin menyampaikan kasih sayangnya secara langsung kepada anak yang selama ini lebih sering berada jauh dari pelukannya.

Angel memahami bahwa pekerjaan suaminya memiliki risiko dan menuntut tanggung jawab besar. Ia bangga terhadap pekerjaan David, tetapi tetap berharap keselamatan menjadi perhatian utama selama penugasan.

"Bagi saya, keluarga tidak membutuhkan hal yang berlebihan. Kami hanya ingin suami pulang dengan selamat karena kehadirannya adalah kebahagiaan terbesar bagi kami," katanya.

Bagi David, sepuluh tahun bekerja sebagai petugas pemadam karhutla telah memberinya banyak pengalaman, termasuk menghadapi kondisi lapangan yang sulit dan memimpin anggota tim. Namun, menjadi ayah merupakan pengalaman baru yang harus dijalaninya bersamaan dengan tanggung jawab pekerjaan.

Di rumah, Angel masih menjalani hari-hari bersama Dania, memperlihatkan foto ayahnya dan menunggu kesempatan ketika mereka bisa kembali berkumpul.

Dania mungkin belum memahami mengapa ayahnya harus pergi begitu lama. Namun, bagi David, ada satu hal yang ingin segera dilakukannya setelah pulang: menggendong putri kecilnya, mencium, dan memeluknya setelah sekian lama berjauhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index