Tiga Minggu Menuju Kenduri Sko Belui 2026, Rangkaian Prosesi Adat Mulai Disusun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:32:57 WIB
Panitia Kenduri Soko Tigo Luhah Empat Desa Belui

KERINCI,Suarabernas.com – Hitungan mundur menuju pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Belui 2026 semakin dekat. Sekitar tiga minggu lagi, tepatnya pada 21 Juni 2026, masyarakat Empat Desa Belui akan menggelar salah satu tradisi adat terbesar yang menjadi simbol persatuan, pelestarian budaya, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Panitia pelaksana Mirta Sayadi Dpt, kini mulai mematangkan berbagai persiapan dengan menyusun agenda kegiatan yang akan berlangsung secara bertahap sejak awal Juni. Berbagai prosesi adat telah dijadwalkan, mulai dari rapat adat, ziarah leluhur, pengukuhan pemangku adat hingga pelaksanaan acara puncak Kenduri Sko.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian kegiatan diawali pada 8 Juni 2026 dengan rapat divisi pengangkatan Sko.

Selanjutnya, pada 10 Juni akan digelar Duduk Tigo Luhah untuk penetapan para pemangku adat yang akan menjalankan amanah adat di wilayah Belui.

Memasuki 12 Juni, masyarakat akan melaksanakan Sambang Kubu atau ziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah mewariskan adat dan budaya kepada generasi saat ini.

Rangkaian adat kemudian berlanjut pada 14 Juni dengan prosesi Nuham Panandan dan Mandai Balenge di Umah Gedang. Pada hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan Asap Nagehai "ngutik kno magih tau nagehai" sebagai bagian dari tahapan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, pada 16 Juni akan dilaksanakan pengukuhan Sko bagi para pemangku adat. Prosesi ini menjadi salah satu tahapan penting karena menandai penyerahan amanah adat kepada para tokoh yang dipercaya memegang peran dalam menjaga nilai-nilai adat istiadat masyarakat Belui.

Menjelang puncak acara, pada 18 Juni digelar kegiatan Arah Ajun dan Manjagak Keba.

Kemudian pada 20 Juni dilaksanakan Manjagak Keba sekaligus penyembelihan hewan, yang dilanjutkan dengan kegiatan Anak Batino Batungku Gedang Bapiyuk Jarang serta Malemang Nagehai sebagai bagian dari tradisi kebersamaan masyarakat.

Puncak Kenduri Sko akan berlangsung pada 21 Juni 2026 dengan melibatkan masyarakat dari Empat Desa Belui dan berbagai unsur adat. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan adat, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kerinci.

Salah seorang panitia Kenduri Sko Tigo Luhah Belui mengatakan bahwa seluruh masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dan mendukung setiap tahapan kegiatan hingga acara puncak berlangsung sukses.

"Di momen ini kami mengajak masyarakat Empat Desa Belui untuk bersatu dan bersama-sama memeriahkan setiap prosesi adat hingga acara puncak pada 21 Juni 2026. Kenduri Sko adalah milik bersama yang harus kita jaga dan lestarikan," ujarnya.

Tahun ini, Kenduri Sko Tigo Luhah Belui mengusung tema “Adat Dijunjung, Budaya Dilestarikan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman, sekaligus mewariskannya kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kerinci.

Dengan berbagai prosesi yang sarat makna, Kenduri Sko Belui 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan adat semata, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan, gotong royong, dan pelestarian budaya yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan masyarakat.

Terkini