Gubernur Jambi Al Haris: Pemberian Gelar Adat Wujud Penghargaan dan Doa

Gubernur Jambi Al Haris: Pemberian Gelar Adat Wujud Penghargaan dan Doa
Gubernur Jambi Al Haris berfoto bersama tokoh penerima gelar adat/Diskominfo Provinsi Jambi

JAMBI - Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi memberikan gelar adat kepada tujuh unaur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Rabu (21/1/2026).

Gubernur Jambi Al Haris mengatajan pemberian gelar adat ini merupakan bentuk penghargaan Lembaga Adat Melayu Jambi kepada para unsur Forkopimda dan seseorang.

Selain itu, juga sebagai tanda pengakuan sebagai anggota masyarakat adat yang disesuaikan dengan karakter/kebiasaan/keahliannya, dengan harapan dan doa sesuai dengan gelar adat yang diberi.

Acara diawali dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus membacakan penganugerahan gelar. Juga dilanjutkan dengan prosesi penyematan pin, pemasangan selempang dan pemasangan Gordon.

Kemudian dilanjutkan dengan kata penyisipan dan penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi, serta penyerahan Piagam Gelar Adat dan buku pokok adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani.

Selain itu Gubernur Al Haris juga memberikan tepuk tawar serta dilangsungkan pula pengumuman adat.

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada para unsur Forkopimda ini telah melalui proses dan pertimbangan yang panjang dan sebagaimana berlaku di LAM Jambi Provinsi Jambi.

Penerima gelar adat merupakan orang-orang terbaik yang memiliki kemampuan serta ketulusannya untuk membina masyarakat, adat, dan budaya yang ada dan berlaku di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah sebagai pengabdiannya untuk kemajuan negeri dan kemaslahatan masyarakat.

“Gelar menunjukkan bahwa Lembaga Adat Melayu Jambi begitu memuliakan para pembina-pembina, yang mereka ini disesuaikan dengan peran dan jabatan masing-masing,” ungkap Al Haris.

Gubernur Al Haris berharap melalui momentum ini, mudah-mudahan akan semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal yang terkandung dalam adat istiadat Melayu di Provinsi Jambi, yang dikenal dengan adat besandi syara’, syara’ besandi kitabullah, syara’ mengato adat memakai, serta sebagai pemandu bagi masyarakat Jambi dalam menjalankan kehidupan.

“Melalui sinergi kita bersama, insya Allah nilai-nilai budaya lokal dengan berbagai kearifannya dapat menjadi pemersatu dan mendukung berbagai program pembangunan di Provinsi Jambi," ujar Al Haris.

"Kepada para Unsur Forkopimda yang dianugerahkan gelar adat ini dapat lebih memperkuat hubungan emosional dan silaturahmi antara seluruh unsur masyarakat, para pemangku adat Jambi, dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga berharap seluruh unsur Forkopimda Provinsi Jambi selalu berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran, saran pendapat serta dedikasinya untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat istiadat dan kearifan-kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus dalam sambutannya menyampaikan bahwa penganugerahan gelar adat bukan seremonial, namun mengandung amanah, dan tanggung jawab moral.

"Yang menerima mesti menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat namun memiliki legitimasi hukum karena telah ada pada aturan," ujar Datuk HBA.

Ia juga berharap, melalui penganugerahan ini bisa makin kokoh kolaborasi dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat.

"Adat hadir sebagai mitra strategis negara dan merawat kearifan lokal anatara LAM Jambi dengan unsur negara. Dan Untuk gelar kehormatan kepada Sekda Sudirman merupakan penghargaan perannya yang baik dan loyal dalam menggerakkan roda pemerintahan,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index