Proyek Saluran Irigasi Oplah Pertanian Desa Danau Tinggi Terkesan Menghamburkan Uang Negara

Proyek Saluran Irigasi Oplah Pertanian Desa Danau Tinggi Terkesan Menghamburkan Uang Negara

Kerinci — Proyek pembangunan saluran irigasi Optimalisasi Lahan (Oplah) pertanian di Desa Danau Tinggi Kec. Gunung Kerinci Kab. Kerinci Prov. Jambi Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, proyek yang digadang-gadang untuk meningkatkan produktivitas pertanian tersebut dinilai tidak memberikan manfaat signifikan dan terkesan hanya menghamburkan anggaran.

Indikasi menghamburkan uang negara antara lain, pembangunan DI. Irigasi tersebut menyambung saluran irigasi P3AI dengan ukuran tinggi saluran 45 cm dan lebar dalam saluran 45 cm, sedang saluran oplah yang dibangun tinggi saluran 100 cm dan lebar dalam saluran 100 cm, diperkirakan dibangun sepanjang 900 m, sangat tidak efisien bangunan tersebut apalagi dibangun dilokasi posisi sawah lebih rendah dari sawah yang akan diairi.

Lebih ironis lagi, terdapat lokasi lain saluran irigasi dibangun didalam area sungai, menjadi pertanyaan untuk tujuan apa dibangun di dalam jalur sungai? Dugaan sementara terkesab proyek ini tidak melakukan perencanaan secara matang, yang penting ada cara untuk membelanjakan uang negara.

Proyek irigasi Oplah pertanian ini disebut-sebut menelan anggaran yang tidak sedikit. Namun, hasil yang terlihat di lapangan dinilai tidak sebanding dengan dana yang telah dikucurkan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi anggaran serta lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Tak hanya soal fungsi, kualitas pengerjaan proyek juga menjadi sorotan. Dari hasil pantauan, ditemukan bangunan saluran yang terkesan dikerjakan asal jadi, dengan struktur yang tidak rapi dan berpotensi cepat rusak. Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan proyek tidak dilakukan secara maksimal dan jauh dari standar yang seharusnya.

Selain permasalahan diatas, waktu pelaksanaannya diduga sudah melewati perjanjian kontrak selama 110 hari kalender pada tahun anggaran 2025. Sedangkan akhir bulan Januaro masih ada aktivitas pekerjaan yang dikerjakan oleh Vendor ( Istilah para subkon) Dian Sulak menurut info dari tukang yang bekerja.

Masyarakat mendesak agar instansi berwenang segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Jika terbukti terjadi penyimpangan, warga meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Anton yang mengaku sebagai bagian dari PT. Wika yang ditemui saat dilokasi pekerjaan, saat sikonfirmasi masalah waktu pelaksanaan, apakah proyek ini proyek multi year? Anton menjawab tidak mengerti tentang istilah proyek multi years dan terkesan pura pura bodoh. Apapun yang di konfirmasi, Anton  berusaha menyepelekan pertanyaan sehingga jawabannya pura pura tidak tau.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI belum memberikan penjelasan resmi atas dugaan pemborosan anggaran dan kegagalan fungsi proyek irigasi Oplah pertanian di Desa Danau Tinggi.

Jamil Ketua LSM Peduli Pembangunan dan Aparatur Negara ( P2AN ) Nilai Proyek Irigasi Oplah Pertanian Desa Danau Tinggi Sarat Pemborosan, Diduga Gagal Total.

LSM P2AN menilai, proyek Oplah pertanian tersebut sejak awal terkesan dipaksakan tanpa perencanaan matang dan kajian teknis yang jelas. Kualitas bangunan saluran irigasi juga disorot, karena terlihat dikerjakan asal-asalan, minim standar teknis, serta berpotensi rusak dalam waktu singkat.

“Kalau pekerjaan seperti ini tetap dibayar penuh, maka wajar publik curiga. Jangan sampai proyek Oplah hanya dijadikan formalitas serapan anggaran,” lanjutnya.

LSM P2AN mendesak aparat penegak hukum seperti Kejagung RI, Kapolri, KPK RI, DPR RI, Menteri Keuangan untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh. Jika ditemukan indikasi kerugian negara, pihak terkait diminta bertanggung jawab secara hukum.

“Negara tidak boleh kalah oleh proyek gagal. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk dan membuka ruang penyalahgunaan anggaran di sektor pertanian,” tegas Jamil tersebut.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index