Air Berlumpur di Ruang Inap RS Efarina, Pasien Keluhkan Tidak Layak Pakai

Air Berlumpur di Ruang Inap RS Efarina, Pasien Keluhkan Tidak Layak Pakai
Kondisi air di ruang rawat inap RS Efarina Pangkalan Kerinci

PELALAWAN (Suarabernas) – Kondisi memprihatinkan terjadi di ruang rawat inap Rumah Sakit Efarina dalam dua pekan terakhir. Air yang digunakan pasien dilaporkan keruh bahkan berlumpur, hingga dinilai tidak layak untuk kebutuhan dasar seperti mandi maupun menggosok gigi.

Sejumlah keluarga pasien mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai fasilitas dasar seperti air bersih seharusnya menjadi prioritas utama rumah sakit, bukan justru menjadi keluhan berkepanjangan.

“Jangankan untuk gosok gigi, untuk mandi saja tidak layak,” ungkap salah satu keluarga pasien, Akmal (54 th)

Menanggapi hal ini, pihak manajemen RS Efarina melalui perwakilannya, Daniel, mengakui adanya penurunan kualitas air yang bersumber dari sumur. Ia menyebut rumah sakit sebenarnya telah memiliki sistem filtrasi, namun tidak mampu mengatasi tingkat kekeruhan yang tinggi.

“Iya benar, akhir-akhir ini kondisi air sumur kurang bagus. Sistem filtrasi ada, tapi saat keruh tinggi tidak mampu menyaring maksimal,” ujarnya, Kamis (22/4/2026)

Meski demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan terkait kesiapan fasilitas rumah sakit dalam menjamin standar pelayanan dasar. Air bersih merupakan kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan, terlebih bagi pasien yang sedang dalam kondisi rentan.

Pihak manajemen menyebut saat ini tengah dilakukan pembangunan sistem filtrasi baru dan menjanjikan perbaikan dalam waktu dekat.

“Minggu depan mudah-mudahan sudah tidak keruh lagi,” kata Daniel.

Namun hingga berita ini diturunkan, keluhan dari pasien dan keluarga masih terus terjadi. Kondisi ini memunculkan harapan agar pihak terkait, termasuk instansi pengawas layanan kesehatan, dapat turun tangan memastikan standar kelayakan fasilitas benar-benar terpenuhi.***

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index