KERINCI,Suarabernas.com – Menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui yang akan digelar pada 21 Juni 2026 mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan oleh para ninik mamak, pemangku adat, dan masyarakat setempat.
Salah satu rangkaian penting yang dilaksanakan adalah penurunan serta pembersihan alat pusako peninggalan leluhur. Prosesi sakral tersebut dimulai pada Minggu (14/6/2026) pagi, dengan melibatkan para ninik mamak dan anak batino sesuai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Alat-alat pusako yang selama ini disimpan diturunkan untuk dimandikan dan dibersihkan menggunakan air yang telah dipersiapkan oleh anak batino. Prosesi ini merupakan bagian dari adat yang selalu dilakukan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko yang digelar setiap lima tahun sekali.
Depati Jure Dayi, Repal, mengatakan bahwa tradisi penurunan dan pembersihan pusako merupakan warisan leluhur yang terus dijaga keberlangsungannya hingga saat ini.
“Penurunan dan pembersihan pusako oleh ninik mamak merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang terus diwariskan kepada anak cucu hingga sekarang,” ujar Repal saat dimintai keterangannya.
Menurutnya, pusako bukan sekadar benda peninggalan sejarah, melainkan simbol kebesaran adat, identitas kaum, serta pengingat akan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Selain prosesi pembersihan pusako, para ninik mamak juga memberikan arahan kepada anak batino yang nantinya akan mendampingi para pemangku adat dalam prosesi pengesahan dan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026.
“Kami selaku ninik mamak wajib mengingatkan kembali anak batino agar seluruh rangkaian pengesahan pada Selasa nanti dapat berjalan dengan sukses, tertib, dan lancar,” tambahnya.
Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui sendiri merupakan agenda adat besar yang memiliki makna penting dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat tali persaudaraan, serta melestarikan nilai-nilai adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur masyarakat Kerinci sejak dahulu kala.
Dengan semakin dekatnya hari pelaksanaan, masyarakat bersama para pemangku adat terus bergotong royong mempersiapkan seluruh kebutuhan acara agar Kenduri Sko tahun 2026 berlangsung khidmat dan sukses.
