KERINCI,Suarabernas.com – Semangat, kekompakan, dan nilai gotong royong kembali ditunjukkan oleh Anak Batino Tigo Luhah Empat Desa Belui menjelang puncak pelaksanaan Kenduri Sko Tigo Luhah yang akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026. Melalui kegiatan Bapiyuk Gedang Batungku Jarang, para perempuan dari empat desa bersatu padu mempersiapkan berbagai kebutuhan acara adat yang menjadi kebanggaan masyarakat Belui tersebut.
Sejak Sabtu pagi (20/06/2026), puluhan Anak Batino tampak sibuk mengolah bahan makanan, menyiapkan perlengkapan, hingga memastikan seluruh kebutuhan konsumsi tersedia dengan baik. Meski harus bekerja dari pagi hingga larut malam, semangat mereka tidak pernah surut demi menyukseskan salah satu agenda adat terbesar dan paling sakral di wilayah Belui.
Di tengah kesibukan, suasana penuh keakraban dan kebersamaan begitu terasa. Tawa, canda, dan kerja sama yang terjalin menjadi bukti kuat bahwa nilai gotong royong masih hidup dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Empat Desa Belui.
Salah seorang panitia perlengkapan menyebutkan bahwa seluruh Anak Batino memiliki tekad yang sama untuk memberikan yang terbaik demi kelancaran Kenduri Sko tahun ini.
“Demi negeri ini, kami Anak Batino Empat Desa Belui siap bekerja dan bergotong royong untuk menyukseskan Kenduri Sko. Yang terpenting bagi kami, seluruh hidangan untuk Ninik Mamak, tamu undangan, dan masyarakat dapat tersedia dengan baik pada hari pelaksanaan,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Kenduri Sko tahun ini sangat tinggi. Berbagai elemen masyarakat turut terlibat dalam persiapan, mulai dari pemangku adat, panitia pelaksana, hingga warga yang secara sukarela membantu demi kesuksesan acara.
“Kekompakan masyarakat tahun ini sangat terasa. Semua saling membantu dan bekerja sama. Insya Allah pada puncak acara besok seluruh hidangan yang disiapkan Anak Batino Tigo Luhah Empat Desa Belui siap disajikan. Mohon doa agar seluruh rangkaian acara berjalan sukses dan lancar,” tambahnya.
Keterlibatan aktif Anak Batino dalam Kenduri Sko tidak hanya sebatas menyiapkan hidangan. Lebih dari itu, mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai adat, budaya, serta tradisi leluhur kepada generasi penerus. Melalui peran tersebut, semangat kebersamaan, penghormatan terhadap adat istiadat, dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya terus terpelihara.
Salah satu tradisi yang paling dinantikan dalam rangkaian Kenduri Sko adalah kegiatan melemang. Hampir seluruh masyarakat Empat Desa Belui turut melaksanakan tradisi memasak lemang secara bersama-sama sebagai bentuk partisipasi dalam menyambut tamu yang hadir.
“Melemang saat Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui ini merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang kami. Nantinya, lemang tersebut akan dibagikan kepada para tamu sebagai buah tangan dan kenang-kenangan dari desa kami,” tuturnya.
Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui sendiri merupakan agenda adat yang sarat makna. Selain menjadi momentum pengukuhan nilai-nilai adat dan budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat persatuan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat, Kenduri Sko Tigo Luhah Empat Desa Belui tahun 2026 diharapkan berlangsung meriah, khidmat, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga serta para tamu yang hadir dari berbagai daerah.
