SUNGAIPENUH,Suarabernas.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) bersama Bhabinkamtibmas, camat, serta kepala desa se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jumat (19/06/2026), di Aula Kampus IAIN Kerinci.
Kegiatan ini turut dihadiri Kastagaswil Densus 88 AT Polri Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0417/Kerinci, Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Pengadilan Agama Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., serta Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mengenai bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan paham IRET melalui pendekatan edukatif, preventif, dan partisipatif guna menjaga stabilitas serta kondusivitas daerah.
“Pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar lingkungan kita tetap aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Azhar juga menyoroti pentingnya pengawasan dan peningkatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, media sosial kerap menjadi sarana penyebaran informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memicu perpecahan.
“Masyarakat harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian, hoaks, maupun narasi yang mengarah pada konflik dan kekerasan,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan tokoh adat sebagai garda terdepan dalam membimbing masyarakat melalui dakwah, pendidikan, serta pembinaan sosial yang menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan persatuan.
Lebih lanjut, Wawako Azhar mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan melalui penanaman nilai nasionalisme, cinta tanah air, gotong royong, toleransi, serta semangat kebhinekaan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mencegah berkembangnya paham-paham yang mengancam kerukunan dan keamanan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan demi terciptanya masyarakat yang aman, harmonis, dan sejahtera.
