Usia 46 Tahun Bukan Halangan, Anggota DPRD Kerinci Jumadi Wisuda Bersama Dosi Arafiq

Usia 46 Tahun Bukan Halangan, Anggota DPRD Kerinci Jumadi Wisuda Bersama Dosi Arafiq

KERINCI,Suarabernas com — Momen penuh haru dan kebanggaan mewarnai prosesi wisuda dua anggota DPRD Kabupaten Kerinci, Jumadi dan Dosi Arafiq, Sabtu (29/8/2026).

Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, keduanya berhasil menuntaskan pendidikan tinggi dan resmi menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik (S.AP.).

Prosesi wisuda tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Kerinci Monadi yang turut memberikan ucapan selamat atas keberhasilan keduanya.

Namun, bagi Jumadi, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. Di usia 46 tahun, toga yang dikenakannya menjadi simbol perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang sempat tertunda oleh berbagai kesibukan dan tanggung jawab.

Dengan penuh rasa syukur, Jumadi mengaku keberhasilannya tersebut menjadi pembuktian bahwa usia bukan alasan untuk berhenti mengejar impian.

«“Bismillah, bersyukur Alhamdulillah. Di usia 46 tahun, saya membuktikan pada diri sendiri bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar mimpi,” ungkap Jumadi.»

Menurutnya, perjalanan menyelesaikan pendidikan bukanlah perkara mudah. Ia harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan sebagai anggota DPRD, serta kewajiban mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan berbagai tugas akademik.

“Toga ini menjadi saksi bisu perjuangan melawan rasa lelah serta membagi waktu antara keluarga, pekerjaan dan tugas-tugas perkuliahan,” tuturnya.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti. Jumadi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada istrinya, Siti Nur, keluarga, serta kedua orang tuanya yang telah memberikan doa dan dukungan.

Dalam suasana haru, Jumadi juga mengenang kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia. Ia menyebut doa dan harapan keduanya semasa hidup menjadi salah satu kekuatan yang membuatnya terus berjuang hingga menyelesaikan pendidikan.

«“Papa, Mama, keinginanmu kini sudah terkabul. Pada 29 Agustus 2026, anakmu sudah wisuda,” ucapnya penuh haru.»

Meski kedua orang tuanya tidak dapat menyaksikan langsung momen tersebut, Jumadi meyakini doa dan perjuangan mereka tetap menjadi bagian penting dalam keberhasilannya.

«“Walaupun tidak bisa melihat anakmu saat ini, Mama dan Papa sudah berada di pangkuan Allah SWT. Kami sebagai anak selalu berdoa, semoga Papa dan Mama ditempatkan di tempat yang terindah di sisi Allah SWT. Aamiin,” katanya.»

Jumadi juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah membimbing dan memberikan ilmu selama dirinya menempuh pendidikan.

Ia menyadari, menyelesaikan pendidikan di usia yang tidak lagi muda membutuhkan kekuatan dan komitmen ekstra.

«“Kini jalan terasa mendaki di usia yang tak lagi muda. Gelar ini bukan hanya tentang karier, melainkan tentang janji masa muda yang berhasil kutunaikan hari ini,” ujarnya.»

Jumadi kemudian menutup ungkapannya dengan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulainya.

«“Tuhan, terima kasih telah memberi kekuatan ekstra untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Allahumma Aamiin,” tuturnya.»

Dosi Arafiq: Semua Lelah dan Kerja Keras Terbayar

Kebahagiaan serupa juga dirasakan Dosi Arafiq. Rekan Jumadi di DPRD Kabupaten Kerinci itu mengaku perjalanan selama menempuh pendidikan dipenuhi berbagai tantangan.

Kesibukan sebagai wakil rakyat membuatnya harus pintar membagi waktu antara tugas kedewanan, keluarga dan kewajiban akademik.

Namun, seluruh perjuangan tersebut akhirnya terbayar setelah dirinya resmi menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik.

«“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Hari ini semua lelah, tangis dan kerja keras selama kuliah terbayar sudah,” kata Dosi.»

Dosi turut menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, istri, anak, keluarga dan para sahabat yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani proses pendidikan.

«“Terima kasih kedua orang tua saya, istri dan anak, keluarga, serta teman-teman yang selalu mendukungku hingga titik ini,” ungkapnya.»

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan tidak hanya menjadi gelar di belakang nama, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

«“Alhamdulillah Ya Allah atas kemudahan yang Engkau berikan. Resmi saya menyandang gelar sarjana. Semoga ilmu ini berkah, bermanfaat bagi sesama dan menjadi awal yang baik untuk langkah selanjutnya,” tuturnya.»

Angkatan 98 Beri Ucapan Selamat

Keberhasilan Dosi Arafiq, Kades Desa Belui Halapni juga mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya di Angkatan 98. Ketua Angkatan 98, Likwan, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

Ia berharap gelar dan ilmu yang diperoleh Dosi dapat semakin memperkuat pengabdiannya kepada masyarakat Kabupaten Kerinci.

«“Kami dari Angkatan 98 mengucapkan selamat atas wisudanya saudara kami Dosi Arafiq. Semoga ilmu yang diraih dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sukses selalu buat saudaraku Dosi Arafiq,” ucap Likwan.»

Wisuda Jumadi dan Dosi Arafiq menjadi gambaran bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun kesibukan.

Keduanya harus membagi waktu antara tanggung jawab sebagai anggota DPRD dengan kewajiban akademik. Perjuangan itu akhirnya berbuah manis dengan diraihnya gelar Sarjana Administrasi Publik.

Kehadiran Bupati Kerinci Monadi dalam momentum tersebut turut menambah kebahagiaan sekaligus menjadi pesan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat.

Bagi masyarakat, kisah Jumadi dan Dosi menjadi inspirasi bahwa kesibukan, usia dan tanggung jawab pekerjaan bukan alasan untuk berhenti belajar dan mengejar cita-cita.

Selamat kepada Jumadi dan Dosi Arafiq. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang berkah, bermanfaat bagi masyarakat, serta semakin memperkuat pengabdian keduanya sebagai wakil rakyat Kabupaten Kerinci.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index