Kembangkan Inovasi Digital, Mahasiswa KKN UHTP Audy Oktavia Hadirkan QR Layanan Pengaduan Warga di Kelurahan Mentangor

Kembangkan Inovasi Digital, Mahasiswa KKN UHTP Audy Oktavia Hadirkan QR Layanan Pengaduan Warga di Kelurahan Mentangor
Audy bersama Ketua RW 09 Kelurahan Mentangor, Zulhelmi.

PEKANBARU, Suarabernas.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) dari Program Studi Sistem Informasi hadirkan inovasi digital berupa QR Layanan Pengaduan Masyarakat sebagai upaya memudahkan warga dalam menyampaikan berbagai permasalahan kepada aparat kelurahan.

Program kerja inovasi digital ini digagas Audy Oktavia dari Program Studi Sistim Informasi UHTP pada Selasa (25/8/2026).

Menurut Audy Oktavia, melalui sistem ini masyarakat cukup melakukan pemindaian (scan) kode QR yang telah disediakan untuk diarahkan langsung ke portal layanan pengaduan.

"Pengaduan yang disampaikan masyarakat selanjutnya dapat diterima oleh aparat desa, sehingga diharapkan proses penyampaian informasi, penanganan, dan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif," terang Audy.

Dia juga mengatakan, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan KKN, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan aparat desa.

“Semoga dengan ini bisa membantu memudahkan aparat desa dan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan yang ada di desa,” pungkasnya.

Sementara, Ketua RW 009, Kelurahan Mentangor, Zulhelmi mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan berbasis digital ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu aparat dalam meningkatkan pelayanan.

“Terima kasih untuk ananda mahasiswa KKN. Semoga dengan ini pelayanan untuk masyarakat bisa lebih efektif dan tentunya memudahkan masyarakat,” ujar Zulhelmi.

Dikatakannya, melalui QR Layanan Pengaduan ini, mahasiswa KKN UHTP telah berupaya mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik di tingkat desa. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi sederhana yang dapat mempercepat komunikasi antara masyarakat dan aparat desa.

"Dengan sistem pengaduan yang mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin terbuka untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dilain pihak, aparat desa dapat memperoleh informasi secara lebih cepat untuk menentukan langkah penanganan," harapnya.(*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index