Kerinci Percepat Transformasi Digital, Bupati Monadi Buka Assessment SPBE 2026

Rabu, 29 April 2026 | 21:25:51 WIB

KERINCI,Suarabernas.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan keseriusan dalam mendorong transformasi digital pemerintahan. Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Assessment Kesiapan Digital Tahun 2026 oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, yang digelar di Ruang Utama Kantor Bupati Kerinci, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kominfo Kerinci bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia ini menjadi langkah strategis untuk mengukur sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan modern.

“Pemerintahan saat ini dituntut menghadirkan layanan yang cepat, transparan, efektif, dan akuntabel melalui sistem yang terintegrasi. Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi juga mengubah cara kerja birokrasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut mencakup pergeseran dari sistem manual ke digital, dari layanan yang terfragmentasi menjadi terintegrasi, hingga orientasi pelayanan yang lebih berfokus pada kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Monadi mengakui capaian Indeks SPBE Kabupaten Kerinci masih perlu ditingkatkan. Pada tahun 2025, indeks tersebut berada di angka 2,35, yang menunjukkan masih terbukanya ruang besar untuk perbaikan tata kelola digital pemerintahan.

“Kami berharap asesmen ini tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga memberikan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas implementasi SPBE ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Akselerasi Digitalisasi Pemerintah Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Aris Kurniawan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mendorong digitalisasi.

Menurutnya, partisipasi Kerinci dalam assessment ini mencerminkan keseriusan daerah dalam memperkuat tata kelola berbasis teknologi.

“Transformasi digital membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari kesiapan SDM, infrastruktur digital, hingga integrasi sistem layanan,” jelas Aris.

Ia berharap melalui asesmen ini, Kerinci dapat memperoleh pendampingan dan arahan strategis agar implementasi SPBE semakin optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tenaga ahli, di antaranya Harya Damar Widiputra dari Perbanas Institute dan Binti Azizatun Nafi’ah dari Universitas Gadjah Mada, yang memberikan perspektif akademis terhadap kesiapan digital pemerintahan daerah.

Bupati Monadi pun mengimbau seluruh perangkat daerah untuk aktif dan terbuka dalam menyampaikan kondisi riil kesiapan digital di masing-masing unit kerja. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci utama keberhasilan transformasi digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendapatkan gambaran utuh tentang kondisi yang ada, tantangan yang dihadapi, serta langkah strategis yang perlu ditempuh agar digitalisasi pemerintahan di Kerinci semakin maju,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, para staf ahli, asisten, kepala OPD, serta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Terkini