SUNGAIPENUH,Suarabernas.com – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., resmi memimpin DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh periode 2026–2031.
Randa ditetapkan sebagai Ketua DPD II Golkar Sungai Penuh melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV yang berlangsung di Hotel Kerinci, Minggu (23/8/2026).
Tidak ada rivalitas dalam perebutan kursi ketua. Dalam forum Musda, Randa menjadi satu-satunya calon yang memenuhi tahapan pencalonan. Karena hanya terdapat satu kandidat, forum kemudian menetapkannya secara aklamasi.
Penetapan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, Gusrizal, yang memimpin jalannya sidang pemilihan.
“Mengingat hanya satu calon, maka dengan ini kami menetapkan Hutri Randa sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh masa bakti 2026–2031,” tegas Gusrizal saat memimpin sidang.
Dengan keputusan tersebut, Randa resmi menerima mandat untuk menakhodai Golkar Sungai Penuh selama lima tahun ke depan.
Terpilih Aklamasi, Randa Ajak Kader Bergerak Bersama
Usai ditetapkan sebagai ketua, Randa menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader serta pemilik suara yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan dalam Musda bukanlah akhir dari perjuangan. Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah forum Musda berakhir.
Randa mengaku tidak ingin menjalankan roda organisasi seorang diri. Ia meminta seluruh kader dan pengurus ikut mengambil peran dalam membesarkan Partai Golkar di Kota Sungai Penuh.
“Saya tidak ingin bekerja sendiri. Saya membutuhkan kerja sama seluruh kader untuk membesarkan Partai Golkar agar kembali berjaya pada pemilu berikutnya,” ujar Randa.
Menurutnya, soliditas internal menjadi salah satu kunci untuk membangun kekuatan partai. Karena itu, seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan bekerja secara bersama-sama.
Tantangan Besar Menanti Randa
Terpilihnya Randa secara aklamasi memberikan modal politik awal untuk memimpin Golkar Sungai Penuh. Tidak adanya persaingan dalam forum Musda membuka ruang yang lebih luas bagi dirinya untuk membangun konsolidasi internal.
Namun, dukungan penuh dalam Musda juga membawa tanggung jawab besar.
Randa kini dituntut mampu menjaga kekompakan seluruh kader, memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput, serta memastikan mesin partai berjalan lebih efektif.
Langkah tersebut menjadi penting untuk menghadapi agenda politik dan pemilu berikutnya.
Golkar tidak hanya membutuhkan kepengurusan yang solid di tingkat elite partai, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat. Program kerja dan komunikasi politik yang menyentuh kebutuhan warga akan menjadi bagian penting dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Target Kembalikan Kejayaan Golkar
Mandat lima tahun yang diberikan melalui Musda IV menjadi awal bagi Randa untuk menyusun arah baru Golkar Sungai Penuh.
Konsolidasi kader, penguatan struktur, peningkatan kerja organisasi hingga tingkat kelurahan dan desa, serta membangun komunikasi yang lebih aktif dengan masyarakat menjadi pekerjaan yang harus segera dilakukan.
Randa juga telah menyampaikan target politiknya untuk membawa Golkar kembali berjaya pada pemilu berikutnya.
Dengan demikian, aklamasi dalam Musda IV bukan sekadar kemenangan tanpa lawan bagi Hutri Randa. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kader mampu diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi dan hasil politik yang lebih baik bagi Golkar Kota Sungai Penuh.
Musda telah selesai. Kini, tantangan Randa baru saja dimulai.